DALAM INTAIAN PENIPU

DALAM INTAIAN PENIPU

Oleh : Bunda Siswi Astuti

Dalam kepasrahan pada Allah dan tetap berusaha SaSyuIk (Sabar, Syukur,Ikhlas) menjalani keadaan ini dimana seminggu terakhir menunggu ibu di Jakarta,yang sedang sakit..di satu sisi rumah kebanjiran tanpa penghuni, air masuk rumah 50 cm..beberapa dokumen (Rapot SD,SMP dan SMA) dan pakaian dalam kontainer plastik terbalik dan basah. Hal ini ku ketahui,setelah tiba di rumah kemarin,dalam keadaan mati lampu. Hari ini setelah lampu hidup kembali, kumulai untuk membersihkan kamar satu persatu, agar bisa digunakan untuk istirahat.. Alhamdulillah,walaupun belum tuntas..kamar sudah bersih.

Jelang malam sekitar jam 23.00..aku yang belum bisa tidur (resah dan gelisah) mendapat WA dari redaktur penulis Indonesia Post.. Menanyakan ada dimana? Aku agak curiga,karena tak biasa,dan sudah sekian lama tidak japri..ku.bilang,aku sudah kembali ke rumah, beliau minta tolong,
“Jadi begini, Tiba2 keluarga Tlpn. Katanya ada keluarga yg sakit,butuh Dana, Mau tolongin tpi jaringan internet Banking disini gak bisa. Bisa tolongin dlu. Pinjamin Dana. Insyaallah ntar kalau internet bangking udah bagus langsung di kembalikan” di lanjut Tolong dlu 🙏🙏🙏

Berdasarkan pengalaman..
1.Grup Manajemen Sasyuik, ketua nya (Bapak Hamka Suyana) HPnya pun pernah.kena hack,dan meminta anggota mengirim pulsa dan dana ke pada beliau,ada beberapa yang terlanjur kirim

2.Sahabat Grup Penulis, KGPBR (Bu.Lily Priyani, guru SMAN 2 Cikarang Utara), Akhir Desember 2019, saat melaksanakan Umroh,hari hari terakhir di Mekah,HPnya pun di hack..dengan kata kata hampir sama..dan ada beberapa teman yang terlanjur kirim pulsa

Dengan gerak cepat,dan tanggap..aku pun reflek
Yang pertama kulakukan menelpon pakai Video Call,dengan harapan, jika diangkat akan langsung diketahui siapa yang muncul di layar HP, ternyata penipu tersebut pintar, dia menjawab ya, jangan telpon dulu masih sibuk,ntar di telpon ulang
Aku makin yakin, ini ulah si penipu

Langkah kedua,Ku WA salah satu anggota grup penulis, Kyai ADA.. Menyampaikan keraguan hatiku, Alhamdulillah beliau belum tidur,dan menjawab bahwa itu bukan bahasa redaktur Indonesia Pos, dan segera konfirmasi ke beliau,karena sudah gunakan nama Redaktur

Langkah ke tiga, kucoba Video Call kembali,ternyata tak diangkat. Ku WA si penipu
Angkatlah..kamu jangan Coba2 menipu ya
Ternyata nomorku langsung di blokir,terlihat dari kiriman kata2 ku berikutnya Namamu sudah dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) dari Kepolisian hanya bergaris 1

Langkah ke empat,ku WA grup Indonesia menulis (berisi anggota Penulis Indonesia Pos) menyampaikan
Bahwa ketua grup ini,HPnya sudah di hack, jadi abaikan jika Beliau minta pulsa ataupun dana pada anggota, kukirim screen shoot japriku dengan penipu tentang permintaannya.Adapula sahabat di grup.ini (Yai Ihsanuddin) mengirim schreen shoot dengan kata kata yang sama..membenarkan. MasyaAllah ternyata,penipu yang mengaku Redaktur tersebut turut membaca, saat itu pula si Penipu keluar dari grup.
Akhirnya penipu yang sudah ketahuan belangnya, left dari grup
Ku bersyukur,anggota grup ini terselamatkan dari tipu daya penipu.. Alhamdulillah

Ku buat cerita ini,sebagai pembelajaran dan berbagi pengalaman buat kita semua,entah anggota grup atau perorangan via Face Book, bahwa kita di Dunia Maya, sering berada Dalam Intaian Penipu

Semoga bermanfaat,dan kita semua dalam lindungan GustiAllah.. Aamiin

Jatimulya
04 Januari 2020
Pukul 02.00 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *