PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID-19

Oleh :Wasto Pujawiatna

Anggota KPPBR

Tak disangka Corona itu akhirnya melanda negara kita. Biasanya menonton di televisi Corona di kota Wuhan China penduduk Kota Wuhan seperti kota mati itu menjadi tontonan yang selalu di siarkan oleh televisi nasional tentunya selalu menonton bagaimana penduduk Wuhan banyak yang meninggal .

Pemerintah mengumumkan Corona masuk ke Indonesia . Waktu itu hari Minggu informasi itu sepulang dari melayat adikipar yang meninggal di daerah harapan baru Kota Bekasi karena penyakit leukimia.

Senin tanggal 16 Maret 2020 ada undangan di WA grup keluarga Besar SMP Nepas yang mengundang seluruh guru dan staf TU untuk membahas dan mempersiapkan edaran Bupati Bekasi tentang lockdown untuk sekolah- sekolah di Kabupaten Bekasi.

Pukul 07.00 guru- guru harus sudah kumpul di ruang kelas untuk mengadakan rapat menyikapi surat edaran dari Bupati Bekasi tentang lockdown bagi sekolah selama 14 hari .

Benar saja pak Kepsek sudah menunggu di kelas dan beberapa orang guru yang akhirnya rapat pun dimulai dibuka oleh Pak Kepsek.” Assalamualaikum Warohmatullohi wabarokatuh,Allohuma Doli ala sayidina Muhammad waalaailihi Sayidina Muhammad” begitu pembuka dari Pak Kepsek ysng dilanjutkan kepada intinya yaitu menyikapi surat edaran dari Bupati Bekasi yang diteruskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Bapak – bapak dan ibu- ibu sekarang sesi tanya jawab ,tanggapan- tanggapan ,saran- saran dan lain sebagainya. Yang dibahas tentang jadwal daring,mata pelajaran yang diberikan kepada anak tiap harinya,cara mengirim tugas, guru piket. Dalam suasana pandemi ini sekolah tidak boleh ada tatap muka,kumpul- kumpul disekolah,tidak ada ekstrakurikuler,tidak ada kantin.

Akhirnya di sepakati pembelajaran jarak jauh atau tidak tatap muka di sekolah. setiap hari jadwal daring hanya 2 mata pelajaran dengan durasi satu mapel 1 jam 60 menit mulai mengirim tugas pukul 07.30. sd 12.00.

Tugas mapel di kirim ke grup edlas tiap tingkat ,yang mengirim tugas para walikelas mading- masing.

Besok nya setelah rapat mulailah pembelajaran jarak jauh dilaksanakan . Guru- guru juga tidak datang semua karena hanya 50 persen .

Pada hari pertama PJJ rekan – rekan guru tidak berkumpul tapi menyebar karena harus jaga jarak . suasana dibikin santai sambil diselingi ngopi atau ngeteh dengan tetap memantau lewat WA sambil melukan absen .

Jam berganti sesuai jadwal hanya 2 Mapel tapi ada memang yang tiga pelajaran Selasa dan Kamis.

Selasa,Rabu,Kamis,Jumat dilewati itu Minggu pertama karena sSabtu tidak ada PJJ.

Masuk Minggu ke dua dari 14 hari lockdown diadakanlah Evaluasi PJJ . Setiap walikelas melaporkan kendala- kendala yang di temukan dan jalan keluarnya bagaimana.

Setelah semua walas menyampaikan kendala- kendala dilapangan tentang jumlah siswa awal, yang mengikuti PJJ, siswa yang masih lalai dsb.

Masa lockdown 14 hari pertama berakhir guru- guru masih menduka ada perpanjangan masa lockdown memang benar adanya . Setiap hari setiap jam satgas covid memberitakan jumlah orang yang meninggal karena covid di Jabotabek khususnya titik sentralnya selalu bertambah naik . Satgas Covid memberitakan terus dan penulis terus penasaran ingin tahu terus perkembangan dan yang terkena pandemi ini

Berita- berita dari manca negara juga tetap pantau juga. Bagaimana pandemi ini di luar negeri .Spanyoli dan Italia termasuk yang paling tinggi warganya yang terkena covid.

Belajar di rumah terus lanjut. Untuk aplikasi bagi guru- guru yang termasuk tua masih mengandalkan WA termasuk yang agak muda dan muda pun masih WA ada variasi sedikit mungkin GC .

Maret berakhir berarti memasuki April masih tetap di perpanjang oleh Pemerintah ,April berakhir dengan pengumpulan tugas oleh orang tua tapi ada juga oleh siswa diatur secara bergilir datang kesekolah.

Bab 3 Peneimasn Siswa Baru Daring

Tahun pelajaran 2019/2020 telah berakhir waktunya penerimaan Siswa Baru karena masih pandemi dari pertengahan Maret April,Mei,Juni 2020.

Panitia pun dibentuk untuk PPDB dengan menggunakkan protokol kesehatan . Panitia dilengkapi penutup wajah dari plastik dan tentunya masker.

Persiapan dilakukan dengan protokol kesehatan . orang tua tidak boleh datang kesekolah waktu mendaftar cukup daftar di rumah pakai laptop atau tablet bisa juga datang ke warnet .

Namanya juga di kampung tetap saja ada yang daftar kesekolah dengan alasan tidak mengerti tidak bisa. Dalam sosialisasi dengan guru kelas V1 juga begitu daftar lewat daring yang sudah di kasih alamat web PPDB kab .

waktu itu ada beberapa jalur. ada jalur prestasi,afirmasi,dan Zonasi yang paling banyak penerimaan Jalur Zonasi.

Jumlah kuota yang diterima seluruh jalur adalah 360 orang siswa kelas 7 .

Siswa yang diterima untuk kelas 7 tahun pelajaran 2019/2020 adalah 360 setelah melakukan daftar ulang dan memenuhi persyaratan

Pengenalan Lingkungan Sekolah dilakukan secara daring juga dengan membentuk kepanitiaan dengan materi- materi yang harus disampaikan kepada calon siswa kelas 7.

Guru yang diberi tugas menyampaikan materi berpikir tidak harus melalui WA terus harus melakukan inovasi seperti menggunakan Vidio. Benar saja guru yang menyampaikan materi rata- rata membuat Vidio ada yang pakai YouTube jadi suswa dikirim link YouTube mendengarkan penjelasan atau ceramah .

Selesai PLS dengan mengumpulkan tugas masa PLS diantar oleh orang tua ada juga oleh siswanya.

Persiapan PJJ memasuki bulan Juni tahun 2020. pandemi covid masih tetap terus naik- naik turun naik- naik apalagi masyarakat sudah mulai abai Dampak Ekonomi. Sangat terasa untuk para pedagang kecil,warung,hampir semua sektor terkena dampak pandemi covid

Juli 2020 Pembelajaran Jarak Jauh tetap dilakukan. Guru- guru kadang jadi bahan candaan begini tidak mengajar di gaji enak ya jadi guru, tidak usah dmngajar juga tetap digaji begitu seloroh tetangga sambil ketawa . Di jawab oleh guru ah apa tidak mengajar sekarang guru tetap mengajar tapi melalui daring.

Pada PJJ yang semakin bertambah lama dari Maret ,April,Mei,Juni, pak kepsek pun menganjurkan penggunaan aplikasi harus ditingkatkan jangan hanya WA jangan diam ditempat harus berubah.

Ini memicu semangat guru- guru untuk belajar aplikasi yang lain misalnya Zoom,GCGoigle Form,Google,Site, Video dll

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here