Tulisan Pertama di Literasi Boma
Oleh : Nenden Hernika

Membuat grup literasi buat anak-anak ternyata menyenangkan. Banyak hal yang bisa diceritakan, salah satunya belum apa-apa ada salah satu anak yang mengadu katanya ada anak dari sekolah lain yang meledek sekolah kami. Tentu saja hal ini jangan dianggap sepele. Bukan tentang ledekannya, tapi justru diberi pengertian terhadap anak kita, bahwa alangkah baiknya untuk tidah usah marah hanya karena diledek. Anak diberi pengertian agar tetap fokus pada karya, jangan hiraukan apapun yang dikatakan oleh orang lain. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak kita jangan mudah marah oleh pentikan api yang berasal dari luar. Jangan diambil hati jika ada memaki, karena khawatir akan ada dendam yang tersimpan, hingga suatu saat akan muncul masalah baru berupa pertengkaran antara anak kita dengan anak sekolah lain. Meskipun masih usia SD, bukan hal yang tidak mungkin jika timbul pertengkaran atau bahkan tawuran antar sekolah hanya karena hal sepele.

Hal lain yang bisa diceritakan, yaitu kegiatan awal kami yang menuai hasil cukup menggembirakan. Saat di luar sana masih banyak bicara tentang corona, kami berlatih menulis. Materi menulis pertama hari Sabtu 4 April 2020 adalah dengan bertanya pada anak-anak, apa perasaan mereka saat masuk grup literasi. Rata-rata anak-anak menjawab hanya satu kata. Senang, kaget, terharu, penasaran, bahagia. Saya ucapkan terimakasih atas perasaan anak-anak. Dengan jawaban tersebut, saya yakin bahwa mereka tidak terpaksa untuk masuk grup. Selanjutnya, saya minta agar mereka mengembangkan jawaban itu dengan cerita, hingga ungkapan mereka jangan hanya satu kata tapi menjadi satu paragrap.

Awalnya anak-anak hanya diam, tak ada yang berani menulis. Kembali saya beri motivasi bahwa jangan takut salah ketika menuliskan perasaan. Jangan takut diejek ketika salah, lalu anak digiring tentang dimana saat menerima info grup, apa yang sedang dilakukan waktu itu, lalu setelah tahu ada grup apa yang dilakukan, kemudian apa yang diketahui, dan bagaimana perasaannya, sambil tak lupa memberi contoh. Setelah diberi contoh lalu grup ditutup, anak-anak diminta untuk menyampaikan hasil tulisannya hari Minggu, 5 April 2020.

Alhamdulillah, ternyata ada 29 anak yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, meskipun masih banyak yang kurang sesuai dari segi tanda baca, namun paling tidak anak-anak sangat antusias melaksanakan tugas menulis pertamanya, ini diantaranya:

Awal masuk grup ini saya senang karena bisa bertemu dengan teman-teman dan ibu guru saya sudah kangen bertemu dengan semua nya terima kasih ibu telah memasukan saya ke grup ini. (Naila)
Pada Jum’at sore, saya sedang mandi dan setelah itu melaksanakan sholat ashar, setelah melaksanakan sholat ashar saya pun ganti baju lalu membuka hp dan bermain game, tiba² hp saya bergetar dan ada pemberitahuan di WhatsApp, Bu may mengirimkan tautan undangan untuk bergabung ke grup literasi boma 02 saya pun penasaran dan langsilung bergabung bergabung ke grup literasi boma 02, saya pun merasa senang riang gembira bisa berada di grup literasi boma 02 . Terimakasih Bu telah mengirimkan tautan dan mengizinkan saya masuk ke grup ini ☺️ (Marlina)

Setelah solat Maghrib saya langsung mengisi kuota karena kuota saya sudah habis. Setalah mengisi kuota saya langsung membuka WA Saya . Aku kaget , Fahri telah memasukan saya ke suatu grup tapi grup itu di kunci, jadi saya tidak bisa mengirim pesan lalu saya Lihat – lihat di grup nya, ternyata ada ibu guru di grup ini. Saya sangat senang karena saya rindu ibu. (Fauzi)

Pda hri itu jumat hampir mau magrib Bpk aku manggil ipiii…..ada pesan dari teman ipi fahri…pas dilihat eh bener ada chat dari teman saya fahri ..suruh ikutan grup ini lalu aku tanyakan pada fahri…tapi ga di bales ..aku jdi penasaran grup apa ini ..eeh ternyata grup literasi terus aku tanya ke bpk aku, literasi itu apa pak?bapak ku jawab.. tanya saja sama ibu guru mu..aku bilang pada bapaku malu ah pak ……nah pas aku buka ternya ada ibu guru…oh jdi ini dari grup ibu guru …kaget juga…ada apa yaaa….bapak ku bilang grup apa itu “pi”dari ibu guru…begitu ceritanya🙂🤭 🙏 (Gifri)

Pada hari Jumat sore saya habis selesai menonton televisi. Saya ingin melihat handphone. Pada saat saya menyalakan handphone, ternyata ada pemberitahuan bahwa Ibu Nenden menambahkan saya dalam Group. Saya kaget itu Group apa, sayapun langsung membuka WhatsApp. Ternyata ketika saya baca itu Group “Literasi Boma 2” sayapun merasa senang saya dapat bergabung di Group tersebut. Dan disana banyak teman-teman lain yang masuk ke Group yang salah satunya membuat saya senang. (Jihan)

Pada Jumat sore, setelah saya membantu ayah saya di sawah, saya langsung membuka handphone dan melihat WhatsApp, ketika saya melihat lihat WhatsApp, saya melihat ada group baru, yg bernama “LITERASI BOMA 02” ,yg di dalam group itu, terdapat kontak saya, ternyata, di dalam group tersebut pun, terdapat kontak ibu guru sekolah, dan ternyata beliau lah yg telah membuat group tersebut, saya sangat senang dan gembira, karena walaupun sekolah libur, tetapi saya masih bisa tetap untuk melaksanakan kegiatan belajar seperti biasanya, walaupun dengan WhatsApp. (Fahri)

Dan masih banyak lagi yang tentu saja selain menyenangkan, juga menambah semangat untuk terus membimbing mereka, meskipun saya sendiri masih sedang belajar. Rencananya, besok Senin akan dibahas satu persatu, terutama membahas tentang tanda baca, tulisan yang masih disingkat, penggunaan huruf kapital, dan sebagainya. Tentunya harus dengan cara yang hati-hati, karena yang paling penting adalah jangan sampai semangat mereka menurun hanya karena dikoreksi. Kita akan belajar bareng ya, Nak! Hitung-hitung pengobat rindu setelah lama tak bersua. Semangat… ! 🙂

Bojongmangu, 05-04-2020
#Tantangan hari ke 8
#Tantangan 14 Hari KPPBR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here