Oleh : Lili Priyani

Sisiran kisah Lili Priyani (Komunitas Guru Penulis Bekasi Raya)

Ritme pagi yang padat kunikmati dengan sepenuh hati. Rutinitas keseharian kulakoni dengan keteraturan rencana dan gerak. Bagiku, melakukan perencanaan merupakan keharusan mengingat agenda giat yang semuanya kumaui terlaksana dengan maksimal, efektif, dan efisien.
Namun ternyata, hari itu Rabu tanggal 11 Desember 2019, semuanya berjalan tak sesuai prediksi. Semula kujadwalkan selepas merampungkan verifikasi nilai siswa kelas X dan XII, saya akan ‘mengunjungi’ dua Srikandi Literasi yang hari itu berada di sebuah rumah sakit karena ‘belahan jiwanya’ sedang mendapatkan cobaan.
Mengapa saya beri julukan Srikandi Literasi bagi mereka?
Bila menelisik makna kata ‘srikandi’ dalam KBBI maka akan kita jumpai makna: Sri·kan·di n 1. nama salah seorang istri Arjuna (tokoh wayang) yang sangat berani dan pandai memanah; 2. ki wanita yang gagah berani; pahlawan wanita; 3.ki atlet wanita, terutama atlet wanita pemanah.
Menurut hemat saya, kata ‘srikandi’ adalah sebutan untuk seorang wanita yang gagah, berani, dan pandai.
Lalu ‘srikandi literasi’ memiliki makna bahwa seorang wanita yang gagah, berani, dan pandai dalam menebar dan memaknai literasi kehidupan.
Menurut saya julukan ini sangat pantas disandangkan bagi mereka.
Kembali kepada nukilan kisah di hari Rabu.
Dari tempatku mengabdi, kulajukan kendaraan menuju arah Sentra Grosir Cikarang. Seorang diri kupacu “Hello, Red”, begitu kusebut kendaraanku ini karena interiornya bernuansa Hello Kitty. Untuk yang satu ini, terkadang saya tertawa geli atau lebih tepatnya menertawakan diri sendiri sambil berucap, “Kok, tua-tua masih menyenangi Hello Kitty. Apa kata dunia?”
Ah, kuhibur diri dengan: “Usia boleh menua tapi jiwa tetap Hello Kitty.”
Singkat cerita, sampailah saya di area parkir rumah sakit tersebut. Kubuka layar gawai sesaat untuk mengecek pesan Whatsapp. Kutelusur grup Komunitas Guru Penulis Bekasi Raya, wadah para guru untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan dan sebagai perkumpulan para guru untuk turut andil menumbuhkembangkan literasi. Mataku terhenti sesaat tatkala menyisir pesan beruntun anggota grup ini. Rosalina mengabarkan keberadaannya di sebuah rumah sakit dengan tujuan yang sama denganku. Langsung kukirimkan pesan kepada Rosalina untuk memastikan letak rumah sakit yang juga ingin kutuju. Ternyata, saya salah alamat dan hari itu saya mendapatkan pelajaran berharga bahwa kegiatan membaca membutuhkan konsentrasi dan kecermatan.
Saya pernah menelusur laman tentang Tips Agar Lebih Berkonsentrasi Saat Membaca yang diposting oleh Muhammad Noer (Sep.6, 2017: artikel) dipaparkan bahwa membaca merupakan kegiatan yang sangat membutuhkan konsentrasi. Saat kita membaca maka mata, telinga, dan otak kita harus saling berkoordinasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Terlebih ketika kita akan melakukan kegiatan membaca cepat, tingkat konsentrasi pun harus maksimal.

Membaca adalah kegiatan yang sangat membutuhkan konsentrasi. Saat Anda sedang membaca, maka mata, telinga dan otak Anda harus saling berkoordinasi, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Konsentrasi antara lain dapat diperoleh dengan memilih tempat membaca yang mendukung. Untuk membaca, sebaiknya dipilih tempat yang tenang, yang minim gangguan. Selain itu, dibutuhkan juga cahaya yang cukup dan posisi duduk yang baik agar Anda tidak mudah lelah saat membaca.
Tapi, bagaimana jika konsentrasi masih juga sulit diperoleh walaupun Anda sudah membaca di tempat yang tenang dan cahayanya cukup? Anda merasa pikiran Anda masih melayang-layang waktu sedang membaca, padahal Anda sudah berniat untuk menyelesaikan bahan bacaan tersebut.
Mungkin bahan bacaan yang Anda baca itu bukan favorit Anda, jadi Anda agak ogah-ogahan waktu membacanya. Minat membaca memang dapat menurunkan daya konsentrasi.
Tetapi, bagaimana jika bahan bacaan tersebut memang harus Anda baca? Mungkin penting untuk pekerjaan atau karier Anda. Tentu Anda harus berusaha sekuat tenaga agar bisa berkonsentrasi dengan baik saat membacanya.
Konsentrasi bukan hanya soal tempat membaca dan kondisinya. Bukan juga hanya soal bahan bacaan favorit atau bukan. Konsentrasi juga membutuhkan kondisi tubuh yang prima.
Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan daya konsentrasi, termasuk saat membaca yaitu sebagai berikut.

  1. Cukup istirahat
    Istirahat sangat penting untuk kondisi tubuh yang prima. Bahkan, menurut beberapa penelitian, istirahat adalah hal yang paling memengaruhi daya konsentrasi. Kurang istirahat akan membuat konsentrasi Anda melemah.
    Dengan istirahat yang cukup maka kondisi pikiran Anda akan tenang. Pikiran yang tenang inilah yang sangat dibutuhkan untuk bisa berkonsentrasi dengan baik. Pikiran yang tidak tenang dapat membuat Anda tidak dapat fokus pada apa yang sedang Anda lakukan, termasuk membaca.
    Agar pikiran Anda tenang, pastikan Anda cukup beristirahat atau tidur. Waktu tidur yang tetap setiap hari dapat membantu Anda membangun daya konsentrasi yang lebih baik.
    Cukup beristirahat artinya tidak kurang dan tidak lebih. Kurang tidur jelas dapat mengurangi daya konsentrasi. Kurang tidur juga sangat berbahaya bagi kondisi tubuh. Kondisi tubuh yang tidak prima akan membuat daya berkonsentrasi menjadi lemah.
    Sebaliknya, kebanyakan tidur juga tidak baik bagi tubuh. Kebanyakan tidur akan membuat ritme alami tubuh terganggu dan membuat tubuh menjadi malas. Semua itu tentu saja akan menghambat Anda untuk berkonsentrasi dengan baik.
    Jadi, biasakan untuk tidur dan bangun di jam-jam yang sama setiap harinya.
  2. Rencanakan kegiatan Anda sehari-hari.
    Dengan membuat rencana kegiatan sehari-hari.maka Anda sebisa mungkin sudah menghindari untuk melupakan sesuatu yang penting. Dengan begitu, Anda lebih tenang dalam menjalankan aktivitas.
    Misalnya, Anda sudah merencanakan bahwa setelah tiba di kantor maka Anda akan mengecek dan membalas pos-el yang masuk selama sekian menit, lalu memeriksa laporan pekerjaan sekian menit, atau memberikan evaluasi terhadap kinerja anak buah selama sekian menit.
    Dengan rencana yang cukup detail seperti itu maka Anda setidaknya bisa menghindarikan diri dari kegiatan-kegiatan yang kurang penting. Misalnya, waktu Anda sedang memeriksa laporan pekerjaan dan tergoda untuk membuka akun media sosial, Anda akan teringat pada rencana kerja Anda yang lebih penting.
    Rencana pekerjaan akan membantu Anda untuk terhindar dari buang-buang waktu. Jadi, Anda akan lebih fokus ketika sedang mengerjakan sesuatu. Dengan terbiasa untuk selalu fokus, daya konsentrasi Anda juga akan meningkat.
  3. Meditasi.
    Meditasi tidak ada hubungannya dengan kepercayaan. Meditasi adalah cara untuk membuat tubuh terbiasa untuk berkonsentrasi, untuk fokus pada sesuatu.
    Sediakan waktu dalam sehari untuk bermeditasi. Duduklah dengan diam dan amati apa yang Anda dengar atau rasakan. Fokuslah pada satu hal. Ketika Anda merasa pikiran mulai melayang-layang, usahakan untuk kembali pada satu hal tersebut.
    Dengan terbiasa bermeditasi maka daya konsentrasi Anda akan semakin baik.
  4. Jalankan pola hidup sehat.
    Selain istirahat yang cukup, pola hidup sehat lain juga sangat penting bagi daya konsentrasi Anda. Misalnya pola makan. Usahakan untuk makan teratur dan seimbang.
    Terlalu banyak makan bisa membuat saluran pencernaan Anda akan bekerja terlalu keras. Akibatnya, Anda akan lebih mudah mengantuk. Orang yang gampang ngantuk tentu saja akan sulit untuk berkonsentrasi.
    Demikian juga kalau Anda makan terlalu sedikit. Tubuh Anda akan kekurangan zat-zat yang dibutuhkannya. Hal itu bisa mempengaruhi kondisi kesehatan. Kalau Anda sehat, tentu saja konsentrasi Anda akan lebih baik.
    Selain soal makan, jangan lupa juga untuk menyediakan waktu berolah raga. Olah raga bisa membuat tubuh Anda menjadi lebih bugar. Tubuh yang bugar dapat membuat Anda lebih berkonsentrasi.
    Tidak perlu berolah raga yang berat. Anda bisa mencari kegiatan olah raga yang bisa dilakukan di kantor di saluran Youtube.
  5. Sesekali ubahlah rutinitas Anda.
    Misalnya, Anda selalu melewati jalan yang sama ketika hendak berangkat atau pulang kantor. Sesekali, Anda bisa lewat jalan lain. Dengan sesekali mengubah rutinitas, maka otak akan dirangsang untuk berpikir.
    Selain itu, jangan terus-menerus berkutat dengan pekerjaan. Luangkan waktu untuk berlibur. Berlibur dapat menenangkan pikiran Anda. Sekali lagi, pikiran yang tenang dapat membantu daya konsentrasi agar menjadi lebih baik.
  6. Terus berusaha.
    Selain melakukan cara-cara di atas, Anda juga sebaiknya terus melatih meningkatkan daya konsentrasi saat membaca. Setiap hari, usahakan untuk membaca, minimal 30 menit. Bacalah buku atau bahan bacaan lain dan berusahalah untuk berkonsentrasi.
    Saat Anda merasa pikiran Anda sudah sulit untuk fokus pada bahan bacaan, segera kembalikan konsentrasi Anda pada bahan bacaan. Mungkin akan sulit di awal, tapi jika Anda terus berusaha dan berlatih, maka lama-lama Anda akan semakin berkonsentrasi saat membaca.

Membaca memang membutuhkan niat yang kuat. Jika Anda sudah meniatkan diri untuk mau membaca, maka seluruh tubuh, termasuk pikiran Anda, akan membantu Anda. Konsentrasi yang baik akan membantu Anda untuk membaca dengan lebih baik dan cepat.

Terlalu dalam bahasan saya tentang konsentrasi dalam kegiatan membaca, tetapi seperti itulah hikmah hidup yang saya petik hari itu.
Akhirnya, saya masuk ke dalam mesjid yang ada di kompleks rumah sakit untuk melaksanakan salat Zuhur. Kuniatkan untuk mengirimkan doa bagi kedua Srikandi Literasi yang urung kujumpai.
Kamis tanggal 12 Desember 2019, kembali kurancang giat. Setelah menganalisis butir soal Bahasa Indonesia hasil ujian akhir semester satu untuk kelas XII, saya pun kembali berkendara menuju rumah sakit. Dengan ditemani oleh Ibu Fery Indrawati, kami menembus kemacetan di perlintasan kereta api Lemahabang. Sepanjang perjalanan, silih berganti cerita tertutur, curhat, opini, diskusi seru, kami lakukan sebagai penyemarak perjalanan. Setelah memutar balik arah melewati Pasar Induk Cibitung, sesuai arahan dari aplikasi penunjuk arah besutan Google, sampailah kami di rumah sakit yang dimaksud.
Hari ini tampak pengunjung rumah sakit sangat banyak. Sebelum masuk gerbang parkir, kami dipersilakan untuk berbalik arah keluar arena rumah sakit karena lokasi parkir sudah penuh. Dengan cekatan kuputar setir sambil berucap, semoga Allah memberikan kemudahan.
Alhamdulillah, tampak Pak Satpam menghampiri kendaraanku dan mempersilakan parkir di lahan depan rumah sakit. Belakangan saya baru mengetahui bahwa lokasi parkir itu biasanya diperuntukkan bagi direktur rumah sakit dan bagi para manajer.
Semuanya dipermudah dan Allah langsung mengijabah doaku.
Segera kami berjalan menuju pintu masuk rumah sakit.
Tetiba sesayup suara terdengar menyuarakan, “Bunda!”
Suara itu tak asing bagiku, sangat khas. Meskipun kami jarang bersua, tetapi tak mengurangi kedekatan di antara kami. Memang kami jarang terlibat komunikasi langsung, mengingat jarak dan kesibukan kami masing-masing. Terkadang berkomunikasi pun hanya melalui pesan yang disampaikan di grup KGPBR atau grup lain yang kami sama-sama berada.
Serta merta tubuhku berbalik, mataku nanar mencoba mencari sumber suara. Benar saja, beliau yang ingin kami temui terlihat berada di belakang palang gerbang keluar arena parkir. Pertemuan hangat pun terjadi. Beliau tetap di atas sepeda motor lengkap dengan helm, jaket, ransel besar tersandang di punggungnya, dan bungkusan plastik besar tersandar di depan. Dalam benakku berucap, “Sungguh, wanita perkasa!”.
Kusampaikan maksud kehadiranku di sini, beliau menjawab sambil memajukan motornya sedikit demi sedikit sambil menunggu antrean pembayaran parkir. Kesempatan ini tak kusia-siakan sedikit pun, untuk menanyakan kabar ‘Sang Belahan Jiwa’ beliau. Alhamdulillah, sudah menunjukkan perkembangan pascaoperasi. Sebenarnya ingin lebih lama saya beramah tamah bersama beliau, tapi mungkin waktu yang tidak pas. Beliau harus pulang untuk mengantarkan baju-baju kotor dan memastikan anaknya yang di rumah dalam keadaan baik-baik juga. Dari ini aku belajar bahwa menjadi Ibu merupakan tugas yang tak mudah, dibutuhkan tenaga dan pikiran yang prima untuk menghadirkan kasih, sayang, dan cinta yang sempurna bagi keluarga.Seorang Ibu akan turut merasakan duka dan sakit yang diderita oleh anggota keluarganya. Menjadi Ibu tidak ditempuh dari pendifikan formal bahkan tidak ada sekolah untuk menjadi Ibu panutan. Menjadi Ibu idaman keluarga bisa dilahirkan dari alam sekitar yang melingkupinya Seorang Ibu adalah pembelajar sejati demi menyuguhkan cinta tanpa pamrih.
Tibalah saatnya, beliau harus keluar dari parkiran dan setelah menyerah bingkisan yang kubawa, kami pun berpisah. Ingin kukatakan bahwa bahuku siap menyandarkan kepala beliau, tapi apa daya. Cepat kulihat beliau keluar area rumah sakit dan kamipun masuk ke dalam rumah sakit.
Terlihat banyak pasien dan keluarga pengantar yang duduk-duduk di kursi yang berjajar di depan loket pendaftaran dan informasi.
Kami sempatkan bertanya kepada suster yang kebetulan berpapasan. Suster menunjukkan ke arah deretan kamar dan bergegas kami mencari kamar rawat inap untuk mengunjungi ‘belahan jiwa’ dari Srikandi Literasi yang satunya. Namun, ternyata pasien yang dimaksud sudah pulang karena menurut hasil diagnosis dokter pasien sudah menuju kesembuhan pascaoperasi. Seperti itulah informasi yang kami peroleh dari suster jaga di ruangan rawat inap tersebut.
Akhirnya, kami putuskan untuk pulang saja.
Tak mengapa, saya tidak bisa bertemu beliau tapi hari ini saya merasakan begitu dekat dengan orang yang ingin kejumpai ini. Lirih doaku berucap di selasar rumah sakit.
Bagiku, mereka adalah Bunda.
Bunda Suherti dan Bunda Siti Rohayati, dua sosok yang sangat pantas kusematkan sebagai Srikandi Literasi. Jiwa dan semangat beliau berdua patut diacungi jempol dan menjadi inspirasi bagi kita sebagai penghela ilmu pengetahuan, penebar virus literasi, dan utamanya sebagai seorang Ibu.
Doa tulus dan hormatku kepada Bunda Suherti dan Bunda Roha.

(Cikarang Baru, 12 Desember 2019)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here